Connect with us

Uncategorized

Bagaimana Generasi Milenial “Membunuh” Segalanya

Published

on

JARRAKKALIMANTAN.COM – Jika kita googling dengan kata kunci “millennials kill”, maka Anda akan mendapati betapa milenial adalah “pembunuh berdarah dingin” yang membunuh apapun.

Di halaman pertama hasil pencarian Google ditemui judul-judul menyeramkan seperti ini:
“RIP: Here Are 70 Things Millennials Have Killed”
“Things Millennials Are Killing in 2018”
“Millennials Kill Again. The Latest Victim? American Cheese”
“Millennials Are Killing the Beer Industry”
“How Millennials Will Kill 9 to 5 Job?”

Bahkan ada situs yang menulis:
“The Official Ranking of Everything Millennials Have Killed.”

Di dalamnya peringkat produk dan layanan yang paling cepat “dibunuh” oleh milenial.

Ada dalam urutan peringkat itu produk-produk seperti: berlian di urutan 29; golf di urutan 23; department store di urutan 20; sabun batang di urutan 15; kartu kredit di urutan 10; dan bir di urutan 5.

Millennials Kill Everything New

Kenapa milenial bisa menjadi “pembunuh berdarah dingin” bagi begitu banyak produk dan layanan?

Karena perilaku dan preferensi mereka berubah begitu drastis sehingga produk dan layanan tersebut menjadi tidak relevan lagi, alias punah ditelan zaman.

Contohnya golf. Tren dunia menunjukkan, sepuluh tahun terakhir viewership ajang-ajang turnamen golf bergengsi turun drastis setelah mencapai puncaknya di tahun 2015.

Tahun lalu bahkan turun drastis 75%. Porsi kalangan milenial yang menekuni olahraga ini juga sangat kecil hanya 5%.

Olahraga elit ini memang digemari kalangan Baby Boomers dan Gen-X, namun tidak demikian halnya dengan milenial.

Celakanya, semakin surut populasi Baby Boomers dan Gen-X, maka semakin tidak populer pula olahraga yang lahir sejak abad 15 ini. Dan bisa jadi suatu saat akan puhah.

Yang sudah kejadian sekarang adalah departement store.

Tahun lalu kita menyaksikan departement store di seluruh dunia termasuk di Indonesia (Matahari, Ramayana, Lotus) pelan tapi pasti mulai berguguran.

Sumber penyebabnya adalah milenial yang bergeser perilaku dan preferensinya.

Pertama karena mereka mulai berbelanja via online. Kedua, milenial kini tak lagi heboh berbelanja barang (goods), mereka mulai banyak mengonsumsi pengalaman (experience/leisure).

Mereka ke mal bukan untuk berbelanja barang, tapi cuci mata, nongkrong dan dine-out mencari pengalaman penghilang stress.

Pasar properti beberapa tahun terakhir seperti diam di tempat.

Alih-alih semua pelaku berharap ini hanya siklus “bullish-bearish” biasa yang nanti akan naik dengan sendirinya, saya curiga ini adalah kondisi “bearish berkelanjutan” sebagai dampak terbentuknya “new normal” perekonomian kita yang melesu dalam jangka panjang.

Mungkin biangnya bisa berasal dari pergeseran perilaku dan preferensi milenial.

Beberapa kemungkinannya: Milenial mulai menunda nikah, menunda punya rumah, dan menunda punya anak.

Belum lagi minimalist lifestyle yang kini banyak diadopsi milenial mendorong mereka memilih rumah ukuran mini.

Program KB yang sukses membuat late Baby Boomers dan Gen-X membentuk keluarga kecil dengan dua anak.

Dengan jumlah anggota keluarga yang kecil, maka anak-anak mereka (milenial) cenderung menempati rumah orang tua dan sharing dengan sesama saudara. So, tak perlu beli rumah baru lagi. Ini yang menjadi biang kenapa market size properti cenderung menurun.

Tak hanya itu, tempat kerja pun nantinya pelan tapi pasti bisa “dibunuh” oleh milenial.

Bagi Baby Boomers dan Gen-X bekerja rutin tiap hari masuk kantor dari jam 8 pagi sampai 5 sore (“8-to-5”) adalah sesuatu yang lumrah. Namun tak demikian halnya dengan milenial.

Milenial mulai menuntut fleksibilitas dalam bekerja. Bekerja di manapun dan kapanpun bisa asal kinerja yang dikehendaki tetap tercapai.

Kini mereka mulai menuntut pola kerja: “remote working”, “flexible working schedule”, atau “flexi job”.

Survei Deloitte menunjukkan, 92% milenial menempatkan fleksibilitas kerja sebagai prioritas utama.

Tren ke arah “freelancer”, “digital nomad” atau “gig economy” kini kian menguat.

Kerja bisa berpindah-pindah: tiga bulan di Ubud, empat bulan di Raja Ampat, tiga bulan berikutnya lagi di Chiang May. Istilah kerennya: workcation (kerja sambil liburan).

Apa dampak dari millennial shifting tersebut terhadap kantor-kantor yang masih menerapkan working style ala Baby Boomers dan Gen-X? Sehingga pasti kantor-kantor konvensional itu akan ditinggalkan angkatan kerja yang nantinya bakal didominasi milenial. Kantor itu akan punah dan melapuk.

Millennials will kill everything!!!
Have we change the way we do our business in order to face the millennials way of life

Beberapa prediksi menarik :

1. Bengkel perbaikan kendaraan akan hilang.

2. Mesin yang menggunakan bensin memiliki 20.000 bagian. Motor yang menggunakan listrik hanya memiliki 20 bagian.

Mobil listrik dijual dengan garansi seumur hidup dan hanya diperbaiki oleh dealer. Hanya perlu waktu 10 menit untuk mencopot dan mengganti motor yang menggunakan listrik.

3. Motor listrik tidak diperbaiki di dealer tetapi akan dikirim ke bengkel perbaikan regional yang akan memperbaikinya menggunakan robot.

4. Motor listrik anda yang gagal fungsi akan ditunjukkan oleh lampu yang menyala, lalu anda akan pergi ke tempat yang menyerupai mesin cuci mobil, dan mobil anda akan ditarik sementara anda ngopi dan motor mobil anda akan diganti dengan yang baru.

5. SPBU atau pompa bensin akan hilang.

6. Meter parkir akan digantikan oleh meter dispenser listrik.

Banyak perusahaan akan memasang stasiun isi ulang listrik; sebenarnya hal itu sudah dimulai.

7. Kebanyakan pabrik kendaraan (yang cerdas) telah mengalokasikan uangnya untuk mulai membangun pabrik yang hanya membuat mobil listrik.

8. Industri batu bara akan hilang.

Perusahaan minyak dan gas akan hilang. Pengeboran minyak akan hilang. Ucapkan selamat tinggal kepada OPEC.

9. Rumah – rumah akan menghasilkan dan menyimpan energi listrik pada siang hari dan akan menggunakan serta menjualnya listriknya ke grid.

Grid akan menyimpan dan menyalurkannya ke industri yang banyak menggunakan listrik. Apakah anda sudah melihat atap Tesla?

10. Bayi sekarang hanya akan melihat mobil pribadi di musium. Masa depan mendekati kita lebih cepat daripada yang bisa kita tangani.

11. Pada tahun 1998 Kodak memiliki 170.000 pegawai dan menjual 85% foto kertas di seluruh dunia.

Hanya dalam beberapa tahun model bisnis mereka hilang dan mereka bangkrut. Siapa yang mengira itu akan terjadi?

12. Apa yang terjadi pada Kodak dan Polaroid akan terjadi di kebanyakan industri dalam 5-10 tahun yang akan datang dan kebanyakan orang tidak melihat itu akan terjadi.

13. Apakah pada tahun 1998 anda mengira bahwa 3 tahun setelahnya anda tidak akan pernah lagi mengambil gambar menggunakan film? Dengan telepon cerdas sekarang, siapa yang masih memiliki kamera dengan film?

14. Kamera digital ditemukan tahun 1975. Barang pertama hanya memiliki 10.000 piksel, tetapi mengikuti hukum Moore.

Dengan perkembangan teknologi yang eksponensial, barang yang semula mengecewakan menjadi super dan menjadi mainstream hanya dalam waktu yang singkat.

15. Hal itu terjadi lagi (tapi jauh lebih cepat) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), kesehatan, kendaraan listrik, pendidikan, pencetakan 3D, agrikultur dan lapangan pekerjaan.

16. Lupakan buku ‘Kejutan Masa Depan’, ucapkan selamat datang kepada Revolusi Industri keempat.

17. Software telah dan akan terus mengacaukan banyak industri tradisional dalam 5-10 tahun mendatang.

18. Uber (seperti halnya Gojek di Indonesia) hanya piranti software, mereka tidak memiliki mobil, tapi sekarang mereka adalah perusahaan taksi terbesar di dunia! Tanyakan pada supir taksi apakah dulu mengira hal itu akan terjadi.

19. Airbnb sekarang adalah perusahaan hotel terbesar di dunia, walaupun mereka tidak memiliki properti apapun.

Tanyakan pada hotel Hilton apakah dulu mereka mengira hal itu akan terjadi.

20. Artificial Intelligence: komputer akan menjadi lebih baik secara eksponensial dalam hal memahami dunia.

Tahun ini, komputer mengalahkan pemain game terbaik kdi dunia, 10 tahun lebih cepat daripada yang diharapkan.

21. Di USA, pengacara muda sudah tidak memiliki pekerjaan.

Berkat Watson IBM, anda bisa memperoleh nasehat hukum dalam hitungan detik (saat ini untuk hal-hal dasar), dengan akurasi 90% dibandingkan 70% akurasi yang dilakukan manusia.

Kebutuhan pengacara akan berkurang 90%, hanya spesialis serba tahu yang masih akan tetap bertahan.

22. Watson telah membantu perawat dalam mendiagnosa kanker, 4 kali lebih akurat dibandingkan perawat manusia.

23. Facebook sekarang memiliki software pengenal pola yang dapat mengenali wajah jauh lebih baik daripada manusia. Pada tahun 2030 komputer akan lebih cerdas daripada manusia.

24. Kendaraan otomotif: Pada tahun 2018 mobil tanpa supir pertama sudah muncul.

Dalam waktu 2 tahun ke depan seluruh industri akan dikacaukan.

Anda tidak akan ingin memiliki mobil lagi karena anda akan memanggil mobil dengan telepon anda, mobil itu akan muncul di lokasi anda, dan mengantarkan anda ke tempat tujuan anda.

Tidak perlu bingung memarkir mobil itu, anda hanya akan membayar jarak tempuh dan anda dapat tetap produktif selama berkendara. Anak-anak jaman sekarang tak pernah punya Surat Izin Mengemudi dan tak pernah memiliki mobil.

26. Hal itu akan mengubah kota-kota kita, karena kita hanya perlu mobil 90-95% lebih sedikit. Kita dapat mengubah lahan2 parkir menjadi taman-taman kota.

27. Sekitar 1,2 juta orang meninggal karena kecelakaan tiap tahun, termasuk yang disebabkan mengendarai sambil mabuk.

Sekarang kita memiliki satu kecelakaan tiap 60.000 mil; dengan kendaraan tanpa supir angka itu akan turun menjadi 1 kecelakaan tiap 6 juta mil. Ini akan menyelamatkan jutaan nyawa tiap tahunnya.

28. Kebanyakan perusahaan mobil tak diragukan lagi akan menjadi bangkrut.

Perusahaan mobil tradisional hanya mencoba pendekatan evolusioner dan hanya berusaha membuat mobil yang lebih baik, sementara perusahaan teknologi (Tesla, Apple, Google) melakukan pendekatan revolusioner dan membangun komputer di atas roda.

29. Lihat apa yang dilakukan Volvo sekarang; tidak ada lagi mesin pembakaran internal di kendaraan mereka mulai tahun ini untuk model 2019, semua menggunakan listrik atau hybrid, dengan maksud nantinya akan melenyapkan pula model-model hybrid.

28. Banyak ahli-ahli teknik di Volkswagen dan Audi takut terhadap Tesla, dan memang seharusnya begitu.

Lihat semua perusahaan yang menawarkan mobil listrik. Beberapa tahun lalu keberadaan mereka tidak bisa dirasakan.

29. Perusahaan asuransi akan mengalami kesulitan masif; tanpa kecelakaan, biaya akan menjadi lebih murah. Model bisnis asuransi mobil akan hilang.

30. Real estate akan berubah. Jika orang bisa bekerja pulang-pergi, mereka akan tinggal di tempat yang jauh untuk hidup di lingkungan yang lebih terjangkau dan lebih menyenangkan.

31. Mobil listrik akan menjadi mainstream pada tahun 2030 an. Kota menjadi tidak berisik karena semua mobil baru akan menggunakan listrik.

32. Kota juga akan memiliki udara yang lebih bersih.

33. Listrik akan menjadi sangat murah dan bersih.

34. Produksi listrik tenaga surya telah mengalami kurva pengembangan eksponensial selama 30 tahun, tetapi sekarang anda dapat melihat dampak perkembangan tersebut.

Dan sekarang perkembangan itu sedang dipacu lebih kencang lagi.

35. Perusahaan energi fosil sedang berusaha untuk membatasi akses ke grid untuk mencegah munculnya pesaing yang muncul dari instalasi listrik tenaga surya di rumah-rumah, tetapi upaya itu tidak akan bisa berlanjut – teknologi tidak akan bisa dibendung.

36. Kesehatan: Harga Tricorder X akan diumumkan tahun ini.

37. TV dan Koran akan mati dengan sendirinya, siapa yang sekarang baca koran atau siapa yg sekarang melihat TV sebagian kecil orang-orang tua diatas 50 tahun. Millenial beralih ke Youtube dan sejenisnya lebih cepat.

38. Layanan Perbankan dan Ticketing sudah swa Mandiri tidak perlu Customer Service atau Teller akan ada jutaaan profesi pekerjaan yang hilang 10-20 tahun kedepan. Sudah siapkah kita

Banyak perusahaan akan membuat perangkat medikal (yang disebut ‘Tricorder’ dalam film Star Trek) yang bekerja dengan telepon anda, yang akan memindai retina anda, sampel darah anda, dan napas anda.

Lalu dia akan menganalisa 54 bio-marker yang akan meng identifikasi hampir semua jenis penyakit. Saat ini sudah terdapat lusinan aplikasi telepon untuk tujuan kesehatan.

“Dia sebenarnya sudah datang beberapa tahun yang lalu, siap tidak siap sangat mungkin terjadi” Ujar Chairul Tanjung Pengusaha Trancorp di Pesta Wira Usaha TDA 2010. Hanya 3 Industri yang akan bertahan yaitu FEW = Food, Energy and Water.

SELAMAT DATANG MASA DEPAN

Narasumber: Yuswo Hadi (dengan penyesuaian)

 

Jarrakposkalimantan.com/Uta

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Polres Bontang Meninjau Langsung Adanya Aktifitas Penambangan Galian C Oleh PT KIE

Published

on

By

Samarinda, JarrakposKalimamtan.com – Di duga ada aktifitas penambangan bahan galian C, Polres Bontang melakukan penertiban di dua titik di jalan Flores dan wilayah PT KIE, Rabu (13/5).

 

Suwarno yang hadir mendampingi Kapolres saat melakukan peninjauan lapangan. Dari pihak KIE membantah telah melakukan kegiatan penambangan bahan galian C di wilayahnya, seperti yang disampaikan oleh Koordinator Pengamanan Kawasan PT KIE.

 

Langsung dihadapan Kapolres dan rombongan, pihak KIE Suwarno mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di kawasan industri milik PT KIE adalah kegiatan pemerataan tanah dan tidak dibawa kemana-mana. Sebagai dari anak perusahaan PT KIE hanya mensuplai kepada pihak Pupuk Kaltim (PKT) sebagai induk perusahaan.

 

“Ini murni antara bapak dengan anak, dalam hal ini Pupuk Kaltim sebagai induknya, KIE sebagai anak perusahaannya yah kita menyuplai untuk perusahaan PKT,” ujarnya.

 

“Tapi dasar izin tetap kita urus, kita mutlak punya izin untuk pemeratan lahan yang dikeluarkan oleh Dinas PTSP Provinsi Kalimantan Timur, ini adalah kegiatan yang ada di dalam kawasan industri, ini tidak dibawa kemana-mana hanya murni disekitar kawasan industri,” tegasnya.

 

Suwarno juga menambahkan, bahwa pihaknya juga sudah memiliki izin kawasan tetap dari Department Perindustrian Pusat, dimana kita berhak untuk mengelola lahan yang ada didalam kawasan tersebut.

 

“Sebenarnya kita secara aturan kawasan industri itu berhak untuk mengelola lahan yang ada di dalam itu,” ujarnya.

 

Pihak KIE Suwarno menyayangkan laporan yang dilayangkan pihak LBH Populis Borneo karena sebelumnya tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kebenarannya pada pihak kami terkait dugaan kegiatan penambangan bahan galian C yang dilakukan di kawasan PT KIE.

 

“Setau saya ini belum ada konfirmasi, kami justru dapat informasi dari pihak intel polres bahwa ini mau ada sidak, mau ada peninjauan lokasi. Kita dibilang katanya ilegal tidak punya izin padahal kita izin lengkap semua ada,” ujarnya.

 

Suwarno juga menyampaikan pihak KIE siap jika seandainya nanti diadakan audensi dan siap menunjukan perihal izin dari Dinas PTSP Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

 

“Tadi Kapolres juga sudah menyampaikan nanti akan diundang, untuk berdiskusilah membahas dokumen-dokumen terkait ini seperti apa,” ujarnya.

 

Yang turut hadir dalam meninjau lapangan kasat reskrim Polres Bontang, AKP Mahfud terkait laporan yang berada di kawasan PT KIE pihaknya hanya tinggal melengkapi berkas perizinannya saja, apabila izin yang dimiliki PT KIE ternyata lengkap maka tidak masalah sebab kegiatan tersebut diperuntukan keperluan perusahaan bukan dijual umum.

 

“Kalau disini kawasan industri kita tinggal melengkapi berkas perizinannya saja nanti kita minta tembusannya dari KIE karena ini izinnya tahun 2020 sudah keluar, yang Reskrim miliki itu tahun 2018 jadi yang terbaru belum kita miliki berdasarkan laporan nanti kita mintai,”ujarnya.

Continue Reading

Uncategorized

Menakar Efektivitas Pemasyarakatan dan PP 99

Published

on

By

Salah seorang dari Alumnus Pascasarjana Kriminologi UI yaitu Dosen Politeknik Ilmu Pemasyarakatan. Bahwa Pemasyarakatan Indonesia telah berusia 56 tahun yang bertepatan dengan hari ini 26 April 2020. Tujuan Pemasyarakatan adalah Reintegrasisosial, yang kemudian di tegaskan di dalam undang-undang Nomor 12 Tahun 1995. Masih banyak berbagai kelemahan yang di hadapi Pemasyarakatan. Masyarakat Publik pun masih belum paham apa yang di lakukan dan apa tujuan dari pemasyarakatan. Yang terbesar dan masih mengganjal yaitu kuatnya sentimen untuk mwnghukum dan kuatnya keinginan membuat menderita.

Melalui PP Tahun 1999 Nomor 32, telah di atur ketentuan tentang pemenuhan hak warga binaan yang menerjemahkan lehlbih jauh ketentuan dalam pemasyarakatan. Namun PP ini di ubah di tahun 2012 untuk kedua kalinya menjadi PP No 99. PP 99 ini terakhir kali menuai perdebatan saat dikeluarkannya Peraturan Menteri Hukum dan Ham Nomor 10 Tahun 2020 tentang percepetan pengeluaran narapidana melalui asimilasi dan pembebasan bersyarat untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Menurut praktisi PP 99 dianggap sebagai latar terjadinya turbelensi berupa kerusuhan beruntun sejak PP 99 di berlakukan. Di dalam PP 99 ini apa yabg menjadi persoalannya.

 

Aliran Hukum Neo Kalsik mempengaruhi sistem Pemasyarakatanyang di dalamnya adanpertimbangan sosiologis dan filosofis Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan. Pemenjaraan sangat menekankan pada balas dendam dan penjeraa , hal ini di pandang tak sejalan dengan konsep rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Pemasyarakatan di buat agar narapidana menyadari akan kesalahaannya dan tidak lagi mengulangi kejahatan dan kembali lagi menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab.

Undang Undang Pemasyarakatan pada dasar hukum pelaksanaan pidana (Hukum Penitensier), yang merupakan sebagian dari hukum positif, yaitu bagian yang menentukan jenis sanksi atas pelanggaran, beratnya sanksiyang diterima, lamanya sanksi yang diterima itu dirasakan oleh si pelanggar dan cara serta tempat sanksi itu dilaksanakan. Pelaksanaan hukum penitensier tidak terlepas dari hukum pidana. Hubungan keduanya adalah bahwa segala pidana (straf) ataupun tindakan (matregel) yang diberikan oleh KUHP bagi si pelanggarnya itu diatur bagaimana pelaksanaannya oleh hukum penitensier.

Oleh karena itu, hukum penitensier mulai bekerja di saat hukum pidana berhenti bekerja, dan hakim telah menjatuhkan putusan pidana terhadap seseorang yang melakukan perbuatannya (Marlina, 2011). Dalam kaitan ini Gayus Lumbuun (Hakim Agung RI), dalam Seminar Nasional tentang Pemberian Remisi dan Pembebasan Bersyarat terhadap Tindak Pidana Khusus di UKI Jakarta tanggal 12 Maret 2015, menyatakan bahwa proses penegakan hukum terdiri dari dua variable yaitu penghukuman (punishment) dan pembinaan (treatment). Walaupun Pemasyarakatan merupakan hukum pelaksanaan pidana tapi dalam pengelompokan ilmu hukum tidak lagi dimasukan ke dalam ranah hukum pidana, akan tetapi sudah masuk ke dalam ranah hukum Administrasi Negara.

Ketika putusan hakim dilakukan oleh Jaksa (eksekusi), maka berakhirlah proses acara pidana. Sampai disitulah wilayah acara pidana, dan selanjutnya pembinaan narapidana berada di dalam wilayah eksekutif, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM. Eksekusi oleh Jaksa merupakan serah terima terpidana dari kekuasaan yudikatif kepada eksekutif. Dipandang dari sudut proses penegakan hukum, maka hukum pidana bekerja pada saat pra ajudikasi dan saat ajudikasi. Sedangkan hukum pelaksanaan pidana atau hukum penitensier (Pemasyarakatan) bekerja pada saat post ajudikasi.

Untuk itulah di dalam pasal 14 UU Pemasyarakatan diatur hak-hak narapidana secara limitatif, misalnya mendapat remisi, pembebasan bersyarat, Cuti Mengunjungi Keluarga dan lain sebagainya. Sebelumnya, di dalam pasal 5 dinyatakan bahwa system pembinaan oleh Pemasyarakatan dilaksanakan berdasarkan asas pengayoman, persamaan perlakuan dan pelayanan, pendidikan, pembimbingan, penghormatan hak dan martabat manusia, kehilangan kemerdekaan adalah satu-satunya penderitaan, dan terjaminnya hak untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan orang-orang tertentu.

PP 99 Tahun 2012 pada prinsipnya mengatur perbedaan perlakuan dalam pelayanan hak-hak (remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, dan pembebasan bersyarat) antara narapidana tindak pidana korupsi, terorisme, narkotika, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi dengan narapidana lainnya (kriminal umum). Alasan perbedaan perlakuan ini, seperti dicantumkan dalam ‘dictum’ pertimbangan-nya, adalah karena kejahatan tersebut merupakan kejahatan luar biasa yang mengakibatkan kerugian yang besar bagi negara atau masyarakat, korban yang banyak atau menimbulkan kepanikan, kecemasan, atau ketakutan yang luar biasa kepada masyarakat. Sehingga perlu diperketat syarat dan tata cara pemenuhan hak-hak tersebut untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Walaupun digunakan terminologi “pengetatan”, ketentuan ini berpengaruh kepada terhambatnya dan tidak terpenuhinya hak narapidana sehingga mereka merasa dirugikan karena diperlakukan secara diskriminatif. Padahal hal ini bertentangan dengan asas persamaan perlakuan yang diatur dalam pasal 5 UU Pemasyarakatan. Disamping itu, jika diperhatikan dari ancangan filosofis PP ini, dapat disimpulkan bahwa pemerintah sudah mengambil ranah yudikatif karena kebijakan pengetatan atau pengurangan hak tersebut didasarkan atas perbuatan (delik) ketika narapidana terdampak melakukan tindak pidana yakni narkotika, teroris, korupsi dan lain-lain. Hal mana ini sebenarnya sudah dipertimbangkan oleh Hakim, yaitu tentang unsur-unsur yang memberatkan dan yang meringankan pada saat menjatuhkan hukuman. Termasuk apakah seseorang termasuk sebagai justice collaborator atau bukan.

Terang bahwa kebijakan ini bertentangan dengan sendirinya dengan hakekat tugas eksekutif yang bertanggung jawab dalam pelayanan terhadap hak-hak warganegara (dalam hal ini narapidana). Apabila ada keinginan dari bangsa ini untuk menyatakan bahwa kasus-kasus yang diatur dalam PP99 ini dianggap sebagai“serious crimes”serta membahayakan, maka pemberatan hukumannya tidak bisa diatur dalam ranah hukum administrasi Negara (hukum Pemasyarakatan) akan tetapi dalam ranah hukum pidana.

Inilah mengapa di dalam poin 43 Implementation The Standard Minimum Rules for The Treatment of Prisoners, yang disusun oleh PBB dan dikemukakan dalam konferensi di Genewa Swiss pada tahun 1968 dinyatakan bahwa tidak seorangpun akan dipidana dua kali untuk pelanggaran yang sama. Pengasingan (pemenjaraan) dari pelanggar itu tidak boleh mencakup pembuangan atau diskriminasi, serta tidak boleh dicabut hak-hak asasinya sebagai manusia. Para pelanggar tidak akan belajar menghargai hak-hak orang lain, bila hak-hak mereka sendiri tidak diakui atau justru dilanggar.

PP 99 seolah-olah memberikan wewenang kepada eksekutif untuk melakukan penghukuman kembali kepada narapidana korupsi, teroris, atau narkotika. Hans Kelsen (1971) menyatakan bahwa bukan berarti eksekutif tidak bisa menjatuhkan hukuman, akan tetapi wewenang penjatuhan hukuman tersebut ditujukan kepada warganegara yang melanggar peraturan internalnya yaitu hukum administrasi Negara. Dalam konteks Pemasyarakatan berarti melanggar peraturan yang berlaku di dalam Lapas.

Dalam hal ini mengajak agar Pemerintah dapat mendiskusikan kembali persoalan peraturan pemenuhan hak warga binaan ini secara proporsional. Tempatkan kewenangan secara tepat dan sesuai dengan cara berfikir di dalam ketatanegaraan. Tidak lupa pula mengingat kembali, bahwa Pemasyarakatan tidak dirancang untuk menyiksa, membalas, atau menjerakan dengan penderitaan, sebagaimana disepakati di dalam konferensi Lembang 56 tahun yang lalu itu.

IS

Continue Reading

Uncategorized

Narapidan Rusuh dan Bakar Lapas Kelas II Sorong

Published

on

By

Sorong 22/04/2020, JarrakposKalimantan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Sorong kerusuhan. Aparat gabungan TNI san Polri (Brimob) bersenjata di kerahkan ke Lapas Kelas II Sorong. Para narapidana dan tahanan mengamuk dan membakar Lapas tersebut

Watercannon Untuk Mengatasi Kerusuhan Di lapas II Sorong

AKBP Ary Nyoto Setiawan sebagai pimpinan Kapolres Sorong Kota sudah berhasil masuk ke dalam lapas yang di bakar narapidana dan tahanan tadi sore. Sebuah watercanon dan dua mobil pemadam kebakaran di kerahkan ke lapas untuk memadamkan api di sebagian bangunan.

Aparat TNI dan Polisi meminta agar para narapidan tenang dan tidak anarkis. untuk mengantisipasi kemungkinan ada kerusuhan susulan para aparat  masih berjaga-jaga.

“Kami jamin semuanya akan kembali tenang, anggota sudah ada di sini, kami melakukan langkah-langkah persuasif. Pengamanan sampai suasana benar-benar kondusif,” kata Ary.

Pemadam Kebakaran yang dikerahkan ke Lapas Kelas II Sorong

Diduga kerusuhan Lapas Sorong dipicu oleh aksi protes narapidana yang yang tidak menerima hanya 50 orang di antara mereka yang mendapat asimilasi dan dibebaskan.

Minus Ananto Sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sorong, mengatakan ada 335 warga binaan mendekam di lapas tersebut. “Kami masih berusaha menenangkan mereka dulu agar kejadian tidak meluas,” ujarnya.

IS

Continue Reading

Trending